Antara Percaya Atau Tidak Dengan Pemberitaan Kabut Asap

Posted by @seputar_lomba on Selasa, 13 Oktober 2015


Selama bertahun-tahun, hingga bergenerasi, sejak zaman pemerintah Soeharto, kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di perkebunan sawit sudah melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tahun ini kabut asap yang terjadi termasuk yang paling parah dalam sejarah Indonesia.

Pada ahirnya pemerintah Indonesia mau menerima bantuan asing guna mengatasi kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Rusia, Jepang, China, dan Thailand sudah menyatakan kesediaannya membantu pemadaman titik api di Sumatera dan Kalimantan.

Dari kutipan hatree.com, negara tetangga Malaysia dan Singapura sebelumnya sudah mengeluhkan kabut asap yang melanda wilayah mereka akibat kebakaran lahan gambut di Indonesia.

Pemerintah sudah menyatakan akan menindak tegas para pelaku, baik individu maupun perusahaan, yang terbukti membakar lahan. Singapura juga sudah mendesak pemerintah Indonesia untuk menindak para pelaku.

Dalam hal ini sebagaimana dilasir dalam hatree.com ada sejumlah kepentingan Politik pada Kebakaran Hutan. Hal ini menurut informasi yang dikutip hatree.com. ada upaya pembongkaran
 sebuah rahasia yang dibeberkan oleh pelaku pembaayakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Mungkin ini bisa menjadi jawaban mengapa tahun ini adalah kabut asap terparah yang terjadi di Indonesia.

Mereka adalah TN (31), GH (29), JL (34), LP (32), dan RR (42) yang menjadi tersangka pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Mereka mengatakan bahwa ini bukan sepenuhnya ulah mereka karena ada kekuatan politik di belakangnya.

"Bukan hanya perusahaan besar saja, tapi juga terdapat kepentingan politik ini pak. Kami cuma disuruh bakar, katanya mau buka lahan. Tapi kok buka lahan, katanya suruh bakar asal-asalan saja. Harusnya kalau buka lahan harus dihitung-hitung dulu, biar rata dan kena semua sesuai dengan sasaran", kata TN kepada polisi.

GH menambahkan bahwa orang yang membayarnya merupakan kader dari partai berlambang kepala burung garuda. "Waktu pembayaran uang muka, Saya melihat ada file-file kertas dengan kop surat berlambang partai gerindra. Di situ sebenarnya Saya juga sudah mikir kalau ini gak bener, tapi namanya kita orang kecil butuh uang, ya terpaksa deh ngelakuin juga, ucap GH sambil menundukkan kepalanya.

JL, LP dan RR yang sempat dimintai keterangan akan hal ini juga menuturkan hal yang kurang lebih sama seperti yang diutarakan oleh GH dan TN. Dari pihak kepolisian sendiri mengaku masih sulit untuk menemukan siapa oknum dari partai yang dimaksud tersebut.

Entah benar atau salah namun yang pasti dalam menyikapi pemebritaan seperti ini kita harus berhati-hati jangan suka karena mengejar ranting pengunjung, ahirnya semua cara dilakukan. #Hati-Hati

Previous
« Prev Post

Related Posts

03.39

0 comments:

Posting Komentar