Advertisement

Melacak Perdamaian, Kasus Trikora dan Singkel

InfoAgama: Sebetulnya membicarakan dan membahas soal agama memang sangat berat, kecuali jika kita sudah mampu untuk mensrikan ilmu-ilmu agama dalam kehidupan. Tulisan inipun tidak bermaksut mendeskripsikan suatu golongan, apalagi suatu agama. Islam dan Kristen terutama.

Memang sebenernya ada hal menarik dari dua kasus bernuansa sara yang terjadi pada tiga bulan ini. Pertama adalah kasus tentang pembakaran Masjid di Trikora, Papua yang terletak diujung timur Indonesia. Itu Terjadi tepat pada Hari Raya Idul Fitri 2015. Pada kasus ini umat Islam menjadi kaum minoritas. Kemudian yang kedua adalah kasus pembakaran Gereja di Singkel, Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia. Hal itu terjadi menjelang perayaan tahun baru Hijriah, sedang pada kasus ini umat Krisitani menjadi kaum minoitas.

Fenomena keduanya merupakan keadaan nyata yang terjadi di Indonesia. Bernuansa sara dan saling balas, satu sama lain. Bahkan berita online menyuarakn itu, komentar dalam media sosialpun saling berbanjiran, ada yang menyuarakn persatuan adapula yang menyuarakan jihat. Salah satu yang manarik menurut mimin adalah pendapat Ustad Abu Janda yang menulis dalam beranda halaman beliau, Klik Disini hapir lebih dibagikan oleh 440 orang dan menoreh like sebanyak 1. 429 akun media sosial.

Beginilah tulisan beliau, semoga mampu mencerahakan bagi kita semua yang membacanya terutama membaca tulisan yang sering berlawanan (Baca: Dua Orang Beda Pandangan Tapi Terkenal DI Media Sosial):

---------

MUSLIM ORI VS. MUSLIM KW

MUSLIM KW: ngajinya baru sampai ayat "…maka bunuhlah orang-orang Musyrik (Kafir) itu dimana saja kamu jumpai mereka." (QS 9:5)

MUSLIM ORI: ngajinya sudah sampai ayat "barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena orang itu membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah telah membunuh seluruh manusia." (QS 5:32) - MEMBUNUH ORANG TAK BERDOSA ADALAH DOSA TIDAK DIAMPUNI ALLAH
_________________

MUSLIM KW: ngajinya baru sampai ayat "dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar - amar ma'ruf nahi munkar." (QS 3:104)

MUSLIM ORI: ngajinya sudah sampai ayat "serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah dengan cara yang baik." (QS 16:125) - AMAR MARUF NAHI MUNKAR WAJIB DISAMPAIKAN DENGAN CARA BAIK-BAIK
_________________

MUSLIM KW: ngajinya baru sampai ayat "orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS 2:120)

MUSLIM ORI: ngajinya sudah sampai ayat "dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah! karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS 5:8) - ALLAH MELARANG BERLAKU TIDAK ADIL HANYA KARENA MEMBENCI
_________________

MUSLIM KW ngajinya tidak pernah sampai ke hadits ketika nabi Muhammad SAW ditanya, "agama manakah yang paling dicintai Allah?", Rosulullah menjawab, "al-hanîfiyyatus samhah - agama yang LURUS & TOLERAN." (HR. Bukhari)

MUSLIM KW juga tidak pernah memahami Hadits berikut.. Rasulullah bersabda, "JIHAD AKBAR, adalah ''Mujahadat al-Nafs" (perang terbesar adalah perang menaklukkan diri sendiri). (HADITS SAHIH fi al-ma`na HR Baihaqi dari Jabir).

Rasulullah bersabda, "Mujahid sejati adalah orang yang mampu MENAKLUKAN DIRI SENDIRI." (HADITS SAHIH fi al-ma`na HR Ahmad dan Baihaqi dari Fadhalah ibn `Ubaid)

JIHAD AKBAR = MENAKLUKAN DIRI SENDIRI

Baca Juga : Disahkan Hari Santri Nasional

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Melacak Perdamaian, Kasus Trikora dan Singkel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel