Business Plan Competition 2016 di Unsoed






Seputar_Lomba: Teman-teman pembaca setia webiste Lomba, barangkali segala lomba yang ada dalam website ini bermanfaat untuk bisa teman-teman kunjungi dalam rangka ikut berpartisipasi membagun negri.

Ayo semangat, dan terus pencari informasi yang dapat meningkatkan kwalitas dan kapasitasmu dalam segala informasi yang ada dalam website ini

Nah, untuk kali ini mimin akan ngesehre tentang "Business Plan Competition" yang diselenggarakan oleh Biwara Unsoed 2016. Berikut keterangan lebih lanjut tentang "Business Plan Competition".

Biwara Unsoed Proudly Present :

B-PRENEURSHIP 2016

=Business Plan Competition=

5 tim terbaik akan diundang untuk presentasi di Fakultas Pertanian UNSOED

Hadiah UANG TUNAI sebesar Rp 500.000,00

"Akan Menghadirkan Investor Terkemuka"

Pendaftaran: 25 Januari-22 Februari 2016, formulir diunduh DISINI

Syarat & Ketentuan dalam "Business Plan Competition" yang diselenggarakan oleh Biwara Unsoed 2016

  • Tim terdiri dari 3 peserta.
  • Peserta berusia 15-22 tahun.
  • Mengisi formulir pendaftaran.
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 25.000,00 dan bisa ditransfer ke rekening BNI 0373080866 a.n. Manar Nafisah
  • Berkas (formulir pendaftaran, bukti transfer, proposal business plan, dan scan kartu pelajar/KTM/KTP) dikumpulkan paling lambat tanggal 28 Februari 2016
  • Berkas yang dikumpulkan merupakan karya asli (tidak plagiat) dan belum pernah dipublikasikan.
  • Untuk FORMAT PROPOSAL TERTULIS dalam
    "Business Plan Competition" yang diselenggarakan oleh Biwara Unsoed 2016 Berikut ini:


    COVER DEPAN


    1.1    Gambar dan Design menarik
             Gambar dan design cover depan proposal harus dapat mewakilkan jenis dan karakter dari usaha yang tercerminkan dari design dan warna yang sesuai.
    1.2    Logo / Lambang Usaha
             Digunakan untuk mempermudah dan membedakan usaha kita di mata konsumen dalam mengingatkan usaha kita dibandingkan dengan pesaing dan nama usaha yang sama.
    1.3    Informatif( nama, alamat, contact )
             Berisi  informasi nama usaha, domisili / alamat tempat usaha serta nomor telepon yang dapat dihubungi apabila calon investor ataupun konsumen ingin menghubungi.

    2.      PENDAHULUAN

    2.1    Sejarah  Berdirinya Usaha
             Sejarah berdirinya usaha menggambarkan  kepada calon investor dasar atau landasan usaha ini berdiri apakah cukup kuat secara pengalaman dan keutuhan individu yang terlibat didalamnya.       
    2.2    Visi & Misi Usaha
             Visimerupakancita-cita yang ingindicapaiusahadalamjangkapanjang  (What to Be? )
             Misimerupakancara-cara yang digunakanusahadalammencapaivisiusaha (How to Be ?). Misidapatberupapernyataankalimatatau kata yang mengingatkanpelakuusahauntukbekerjasesuaiMisidalammencapaiVisi.

    3.      ASPEK PEMASARAN
    3.1       Gambaran Umum Pasar ( STP )
                Segmen Pasar merupakan gambaran umum dari konsumen usaha kita
                Target Pasar merupakan sasaran khusus bagi konsumen potensial dari usaha kita.
                Positioning adalah bagaimana kita menempatkan usaha kita diantara pesaing usaha yang sejenis.
    3.2.            Permintaan
    ·         Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
    ·         Proyeksikan permintaan konsumen dalam beberapa periode / tahun mendatang seperti kenaikan x % per tahun sesuai kenaikan jumlah penduduk
                     Tahun                
    Perkiraan Permintaan
    ( dalam Unit )







    3.3.            Penawaran
    ·                     Penawaran dari produk pesaing sejenis di pasar
    Nama Perusahaan
    Pesaing
    Kapasitas Produksi / Tahun
    ( dalam Unit )







    3.4.            Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar

    Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu 1 tahun disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran.
    Pangsa Pasar adalah  bagian dari penjualan produk kita dibandingkan dengan penjualan total produk sejenis dalam industri

    3.5       Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P yang terdiri atas :
                3.5.1.   Product
    Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat dibedakan berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan kegunaan lebih dibandingkan pesaing.
    3.5.2.      Price
    Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi harga, kita dapat membedakan produk kita berdasarkan harga satuan dan harga grosir, syarat pembayaran, diskon/potongan harga,
    3.5.3.      Promotion
    Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara :
    ·         Advertising (Iklan)
    Beriklan dapat dilakukan melalui media berikut :
    -          Media Cetak : Brosur, spanduk, poster, iklan majalah/koran.
    -          Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle Iklan Radio
    ·         Sales Promotion
    Promosi melalui acara / pameran yang digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk berada dan juga dilakukan penjualan ditempat.
    ·         Personal Selling
    Promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung.
    ·         Public Relation
    Cara promosi ini cenderung untuk membuat image perusahaan baik dimata konsumen bukan mempromosikan produk secara langsung. Umumnya dilakukan oleh perusahaan besar.
    3.5.4.      Placement
    Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan dapat secara langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti wholesaler   (pedagang besar) atau retailer (pedagang kecil).
    3.5.5.      People
    Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung.
    3.5.6.      Process
    Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.
    3.5.7.      Physical Evidence
    Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk restoran.
                Note :
    ·               Semua strategi pemasaran yang dibuat berdasarkan 7 P diatas haruslah dibandingkan dengan strategi pemasaran yang diterapkan oleh pesaing. Strategi pemasaran yang kita buat harus berbeda dan lebih unggul dalam menarik konsumen.
    ·               Semua strategi pemasaran yang dibuat pastilah mempunyai anggaran / biaya sehingga perlu dicatat biaya yang  dikeluarkan per bagian P.


    4.         ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

    4.1       Aspek Organisasi
    ·               Nama Perusahaan / Usaha
    ·               Nama Pemilik / Pimpinan
    ·               Alamat kantor dan tempat usaha
    ·               Struktur Organisasi
    ·               Jabatan, Jumlah staf, Uraian Tugas, dan Penggajian


    5.         ASPEK PRODUKSI
    5.1.      Produk
    Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
    A.  Dimensi Produk
    Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya.
    B.   Nilai/Manfaat Produk
    Manfaat yang dapat ditawarkan oleh produk dapat dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu:
    -       Manfaat inti (core benefit): adalah manfaat yang diberikan untuk pemenuhan terhadap kebutuhan utama konsumen, misalnya kebutuhan berbicara jarak jauh.
    -       Manfaat dasar (basic benefit): adalah manfaat dasar yang diberikan untuk memecahkan masalah kebutuhan utama, misalnya telepon.
    -       Manfaat yang diharapkan (expected benefit): adalah manfaat yang diharapkan lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan dasar, misalnya telepon yang dapat dibawa-bawa (HP).
    -       Manfaat di atas harapan (augmented benefit): adalah manfaat yang dapat diberikan lebih dari yang diharapankan oleh konsumen, misalnya HP yang dapat digunakan untuk SMS.
    -       Manfaat potensial (potential benefit): adalah semua manfaat yang mungkin dapat diberikan lebih dari sekedar augmented benefit, misalnya HP yang dapat digunakan sebagai lampu senter, kamera, video recorder, video calling, fax, internet, dsb.

    C.   Kegunaan/Fungsi Produk
    -          Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir); meliputi:
    §  Convenience goods, yaitu produk yang dibutuhkan sehari-hari dan mudah didapat, misalnya beras, gula, teh, permen, dll.
    §  Shopping goods, yaitu produk-produk yang dibedakan oleh kon-sumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan gaya. Contohnya adalah baju, telepon seluler, mobil, dsb.
    §  Specialty goods, yaitu produk yang mempunyai karakteristik unik dan mempunyai merek yang sudah terkenal; misalnya mobil mewah, jam tangan mewah, dsb.
    §  Unsought goods, adalah produk yang kurang dikenal atau dike-tahui umum tetapi kurang diminati, misalnya asuransi
    -          Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh pelaku usaha produksi lainnya. Biasa dikenal dalam B to B (business to business). Dapat dibagi dalam 3 golongan, yaitu:
    ·      Bahan baku dan suku cadang: merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut.
    ·      Barang modal: yaitu barang-barang yang berumur lebih dari 1 tahun dan tidak untuk dijual belikan.
    ·      Perlengkapan dan jasa bisnis, yaitu produk tidak tahan lama yang membantu operasional perusahaan.

    5.2.      Proses Produksi
    Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud. Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau diagram alur yang disertai dengan keterangan deskriptif.

    6.         ASPEK KEUANGAN
    6.1.     Strategi Sumber Pendanaan Usaha

    6.2.      Proyeksi Keuangan
    Aspek finansial dari proposal bisnis harus dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 perfoema laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

    A.       Sumber Pendanaan
    Uraian
    Persentase (%)
    Jumlah
    (a)
    (b)
    (c = a + b)
    1. Modal Sendiri



    2. Pinjaman



    Jumlah (1+2)



    B.       Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
    Uraian
    Banyaknya
    Harga/Unit
    Jumlah
    (1)
    (2)
    (3 = 1 x 2)
    a.



    b.



    c.



    d.



    e.



    f.



    g.



    Jumlah





    6.4.      Analisa Keuntungan
    Analisa keuntungan ditujukan terhadap rencana keuntungan (penetapan keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up harga dan volume penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan mempertimbang-kan kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus selalu dilakukan dalam atau dengan acuan periode tertentu.
    7.         Kesimpulan
    Berisikesimpulandari proposal yang telahdijelaskandiatas.   


    Note:
    Pada saat menyajikan rencana usaha kepada para investor maupun para kreditor, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut :
    1. Usahakan rencana bisnis yang disusun tidak terlalu tebal tetapi lengkap, artinya mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator baik dari piahk investor maupun kreditor untuk melakukan pengambilan keputusan. Uraian lebih rinci sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran. Kuratko dan Hodgetts (2004) menyarankan agar tebal rencana bisnis tidak lebih dari 50 halaman.
    2. Penampilan rencana bisnis harus dibuat menarik karena investor dan kreditor akan memperoleh kesan pertama terhadap perusahaan yang sedang mencari pendanaan dari penampilan rencana bisnis yang diajukan kepada mereka.
    3. Sampul depan rencana bisnis harus memuat nama perusahaan, alamat, nomor telpon perusahaan, dan bulan serta tahun rencana bisnis dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan calon investor atau kreditor melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada saat mereka memberikan jawaban balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan perusahaan.  Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan jumlah salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada calon investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang diprioritaskan oleh perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana bisnis.
    4. Rencana bisnis yang baik harus mencantumkan ringkasan eksekutif (executive summary) yang dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang memuat penjelasan mengenai keadaan usaha saat ini. Ringkasan tersebut dapat berisi produk dan jasa yang dihasilkan, manfaat produk bagi pelanggan, ramalan keuangan, tujuan perusahaan dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun), jumlah dana yang dibutuhkan, serta manfaat yang akan diterima oleh investor.
    5. Penyusunan rencana bisnis harus diorganisasikan dengan baik.
    Rencana usaha yang baik akan mencantumkan risiko utama dari suatu bisnis yang akan dijalankan.


For More Information:

Manar Nafisah (081229725500)
Fajar Andrianto (089689038107).
Facebook: Diesnat Bazar Biwara
Twitter: @diesnatbiwara17
Official line: @tsb8504l

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Business Plan Competition 2016 di Unsoed"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel