Advertisement

Info Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021

Teman-teman barangkali info tentang Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 ini perlu mimin shere supaya kita semakin banyak tahu, karena dengan banyak tahu kita akan banyak ilmu. Informasi tentang Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 ini mimin dapat dari sebuah webite, jika pengen detailnya silahkan kalian lihat DISINI

Berikut, Informasi tentang Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021.

Pada zaman dahulu, Ombudsman adalah sebutan untuk orang atau badan yang ditunjuk pemerintah untuk mendengar keluhan rakyat tentang pemerintah yang berkuasa saat itu. Kini, di era modern, fungsi ombudsman tidak lagi hanya mendengar keluh-kesah rakyat.

Meskipun fungsi dan otoritasnya berbeda tiap negara, secara umum ombudsman merupakan badan yang merepresentasikan kepentingan publik dengan kewenangan untuk menyelidiki dan menangani berbagai keluhan maladministrasi serta pelanggaran hak-hak publik. Kata ombudsman sendiri berasal dari Norwegia yang berarti ‘perwakilan’.

Di Indonesia sendiri, ombudsman baru dibentuk di era pemerintahan Gus Dur melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000, seiring dengan besarnya tuntutan masyarakat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan penyelenggaraan negara yang baik (good governance).

Awalnya ombudsman Indonesia disebut dengan Komisi Ombudsman Nasional, namun setelah UU Nomor 37 Tahun tahun 2008 dikeluarkan, namanya kemudian berganti menjadi Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Seiring dengan berjalannya waktu, ORI semakin meningkatkan kualitas kerjanya. Bulan September 2015, ORI mengeluarkan suatu terobosan baru dengan meluncurkan Aplikasi Sistem Informatika Kepatuhan (ASIK).

ASIK merupakan proyek yang dirancang oleh ORI untuk lebih mendekatkan ombudsman ke masyarakat, terutama generasi muda yang kehidupannya sangat dekat dengan internet.

Melalui aplikasi web ini, masyarakat dapat menyampaikan keluhannya tentang pelayanan publik dengan cara yang mudah dan cepat. ORI pun memiliki standar pelayanan tersendiri yang memungkinkan keluhan masyarakat tersebut dapat diproses dan ditangani sesegera mungkin.

Terobosan baru yang dikeluarkan oleh ORI melalui ASIK ini tentu layak mendapat apresiasi dan didukung pelaksanaannya. Bentuk dukungan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan memiliki akun ASIK dan melaporkan segala bentuk pelanggaran hak publik atau kasus maladministrasi yang ada di sekitar kita, demi pelayanan publik Indonesia yang lebih baik ke depannya.

Dukungan terhadap kinerja lembaga negara yang mempromosikan nilai-nilaigood governance dan transparansi seperti ORI sudah sepatutnya untuk dilakukan. Di sini masyarakat dan CSO lah yang memiliki peran besar.

Transparency International Indonesia(TII), sebagai CSO yang memiliki valueyang hampir sama dengan ORI, haruslah lebih meningkatkan hubungan dengan ORI. Ini perlu unuk dilakukan karena selama ini TII cenderung lebih dekat dengan KPK, padahal kasus-kasus maladministrasi dan pelanggaran di pelayanan publik jauh lebih banyak kasusnya dan tentunya kasus-kasus ini memiliki implikasi langsung terhadap masyarakat karena kedekatannya dengan masyarakat.

Dengan menjalin hubungan dengan ORI, TII dapat lebih membumikan isu-isu korupsi yang selama ini terlalu erat kaitannya dengan elite politik dan seakan jauh dari kehidupan masyarakat. Apalagi, TII sendiri sebenarnya telah memiliki program yang berhubungan dengan advokasi pelayanan publik yang tersebar di empat daerah di Indonesia, yakni Youth Report Center.

Ke depannya, kerjasama konkret dapat dilakukan dengan mengumpulkan pengaduan–pengaduan masyarakat yang masuk ke Youth Report Center untuk kemudian dilaporkan ke ORI yang berbasis di provinsi setempat, sehingga ada sinergisme antara masyarakat, NGO, dan lembaga pemerintah, demi masa depan sektor publik Indonesia yang lebih baik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Info Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel